1.000 Lilin untuk Irene Sokoy: Aksi Solidaritas Tuntut Pembenahan Layanan Kesehatan Papua
JAYAPURA, iNewsJayapura.id - Ikatan Perempuan Asal Sentani (IPAS) bersama Lembaga Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Adat Papua (LP3A2P) menggelar aksi solidaritas dengan menyalakan 1.000 lilin untuk mengenang 11 hari kepergian Irene Sokoy. Aksi tersebut berlangsung di jalan masuk Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (27/11/2025) malam.
Irene Sokoy meninggal dunia bersama calon bayinya setelah dirujuk ke sejumlah rumah sakit, namun tidak mendapatkan penanganan sebagaimana mestinya. Sebelumnya, almarhumah sempat dirawat di RSUD Yowari pada Minggu (16/11/2025) hingga Senin dini hari. Ia kemudian dirujuk ke RSUD Harapan, RSUD Abepura, dan RS Bhayangkara Jayapura, namun nyawanya bersama janin tidak tertolong karena dugaan penolakan pelayanan.
Aksi penyalaan lilin dimulai pukul 20.00 WIT, diikuti puluhan perempuan, keluarga almarhum, serta putra Irene, Yohan Calvin Kabey (11). Suasana haru menyelimuti kegiatan tersebut.
Ketua LP3A2P Provinsi Papua, Rita Tokoro, menyampaikan bahwa aksi menyalakan 1.000 lilin merupakan bentuk penghormatan terakhir bagi Irene Sokoy, sekaligus seruan moral atas buruknya pelayanan kesehatan yang kembali memakan korban.
“Kami sangat prihatin karena kasus meninggalnya ibu dan anak ini terjadi di Ibu Kota Provinsi Papua. Ini membongkar bobroknya pelayanan kesehatan kita. Kasus seperti ini tidak boleh terulang lagi,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), Febiola Iriani Ohei, menjelaskan bahwa MRP turut masuk dalam tim investigasi untuk meninjau empat rumah sakit yang diduga menolak memberikan pelayanan terhadap Irene, serta melakukan pengecekan ke BPJS Kesehatan.
“Besok tim investigasi akan melakukan kunjungan ke BPJS Kesehatan dan RSUD Jayapura untuk memeriksa sistem rekomendasi rujukan yang diduga berdampak pada keterlambatan pelayanan pasien,” ujarnya.
Aksi 1.000 lilin ini menjadi simbol duka sekaligus seruan publik agar pemerintah dan institusi kesehatan di Papua segera berbenah, memperbaiki sistem rujukan dan pelayanan agar tidak ada lagi nyawa ibu dan anak yang hilang akibat kelalaian layanan kesehatan.
Editor : Darul Muttaqin