get app
inews
Aa Text
Read Next : Cetak Sawah 1 Juta Ha Berlanjut, Haji Isam Kembali Sandarkan Puluhan Ekskavator di Merauke

Puluhan Alat Berat Hadir untuk Konstruksi dan Pertambangan Indonesia Timur

Senin, 26 Januari 2026 | 14:59 WIB
header img
Kristalin Group targetkan 100 ekskavator di Indonesia Timur 2026, dukung konstruksi dan tambang Papua–Sulawesi, buka lapangan kerja lokal lewat investasi alat berat besar. Foto ist

JAKARTA, iNewsJayapura.id – PT Kristalin Ekalestari bersama PT Cidata Mining Servis (CMS) yang tergabung dalam Kristalin Group menambah armada alat berat guna mendukung pembangunan infrastruktur dan sektor pertambangan di wilayah Indonesia Timur

Pada 2026, perusahaan menargetkan pengoperasian 100 unit ekskavator yang akan tersebar di Papua dan Sulawesi.

Perusahaan yang bergerak di bidang sewa alat berat dan jasa konstruksi ini mulai memperluas bisnisnya pada 2026 dengan fokus mendukung pembangunan di Papua Tengah, Papua Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tenggara. 

Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

General Manager PT Cidata Mining Servis, Ahmad Riza Driyasyuman, mengatakan pihaknya ingin berkontribusi langsung terhadap pembangunan di kawasan timur Indonesia, khususnya Papua.

“Kami menargetkan 100 unit alat berat pada 2026. Namun kami optimistis sekitar 50 hingga 60 unit dapat terealisasi lebih dulu, terutama untuk sektor konstruksi serta pertambangan emas dan nikel,” ujar Riza, Senin (26/1/2026) di Jakarta.

Ia menambahkan, hingga awal tahun ini sebanyak 48 unit ekskavator merek Sany dan SDLG telah siap beroperasi di wilayah Papua dan Sulawesi.

“Selain layanan sewa alat berat, kami juga menyediakan sewa kendaraan double gardan untuk menunjang operasional proyek konstruksi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kristalin Ekalestari, Andito Prasetyowan, menilai kolaborasi dengan CMS merupakan langkah strategis untuk mendorong pembangunan ekonomi daerah, khususnya di Papua Tengah.

“Kolaborasi ini tidak hanya bersifat bisnis internal grup, tetapi juga sejalan dengan rencana pengembangan dan perluasan lahan untuk kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi,” kata Andito.

Menurutnya, pembangunan di Nabire dan wilayah Papua Tengah memiliki dua dampak utama. Pertama, pemberdayaan masyarakat melalui pembukaan lapangan kerja dan mekanisme bagi hasil. Kedua, peningkatan kontribusi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Kristalin Group.
Andito menegaskan, penambahan armada alat berat juga akan dibarengi dengan program pelatihan bagi putra-putri daerah melalui kolaborasi dengan pemerintah dan perguruan tinggi.

“Jika memenuhi kriteria, mereka akan dilibatkan langsung sebagai operator alat berat. Efek dominonya tentu membuka lebih banyak lapangan kerja baru,” paparnya.

Dukungan juga datang dari pengusaha lokal Nabire, Merfina J I Reyaan Korowa, yang menilai kehadiran alat berat sangat penting untuk mendukung program pembangunan pemerintah daerah, terutama pascapemekaran Provinsi Papua Tengah.

“Dengan hadirnya alat-alat berat di Nabire, tentu sangat menunjang pembangunan konstruksi di Papua Tengah,” ujar Merfina.

Ia menambahkan, mayoritas masyarakat Nabire berprofesi sebagai nelayan dan petani jagung. Karena itu, dirinya berharap pembangunan sektor konstruksi dan pertambangan dapat menjadi penggerak baru roda ekonomi daerah.

“Saya berharap putra-putri daerah benar-benar diberdayakan. Saat ini kami juga fokus menyuplai kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional,” tandasnya.

Editor : Suriya Mohamad Said

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut