Tuntut Realisasi Bantuan Studi, Ratusan Mahasiswa Mamberamo Raya Gelar Aksi Damai
MAMBERAMO RAYA, iNewsJayapura.id – Ratusan mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam Solidaritas Himpunan Pelajar Mahasiswa (SHPM) Kabupaten Mamberamo Raya menggelar aksi demonstrasi damai untuk menuntut realisasi bantuan studi dari Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya. Aksi tersebut berlangsung di halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mamberamo Raya, Selasa (27/1/2026) pukul 13.10 WIT.
Massa aksi berasal dari berbagai perguruan tinggi di Papua maupun luar Papua. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai, yang diterima langsung oleh Sekretaris dan anggota Komisi III DPRK Mamberamo Raya.
Para mahasiswa mendesak pemerintah daerah agar segera merealisasikan bantuan studi, mengingat saat ini mereka tengah memasuki tahapan akademik yang membutuhkan pembiayaan, seperti registrasi ulang, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga persiapan ujian akhir.
Penanggung jawab aksi, Gideon Keitetawa, mengatakan bahwa tuntutan tersebut disampaikan karena bantuan studi sangat dibutuhkan untuk menunjang kelancaran pendidikan mahasiswa asal Mamberamo Raya.
“Alasan kami mendesak pemerintah daerah dalam aksi damai ini karena saat ini kami sedang memasuki kalender akademik, termasuk registrasi ulang. Selain itu, pada bulan Maret nanti ada mahasiswa yang akan melaksanakan KKN serta persiapan ujian akhir, sehingga bantuan studi ini sangat membantu kelancaran akademik kami,” ujar Gideon.
Ia menjelaskan bahwa tuntutan tersebut sebenarnya telah disampaikan sebelumnya melalui audiensi bersama Bupati dan Wakil Bupati Mamberamo Raya. Namun hingga kini, realisasi bantuan studi belum juga terlaksana.
Gideon pun menegaskan bahwa jika aspirasi mahasiswa tidak mendapat respons serius dari pemerintah daerah, maka SHPM Mamberamo Raya akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.
“Jika pernyataan sikap kami ini tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, maka kami pastikan akan kembali turun ke jalan dalam aksi jilid II dengan skala yang lebih besar,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRK Mamberamo Raya, Yonas Tasti, mengapresiasi langkah mahasiswa yang menyampaikan aspirasi secara damai dan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Atas nama pimpinan dan lembaga DPRK, kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi dengan tertib dan damai, serta mendukung tugas TNI dan Polri sehingga aksi ini berjalan aman dan lancar,” ungkap Yonas.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena pada saat aksi berlangsung, Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRK Mamberamo Raya tidak dapat hadir secara langsung lantaran sedang menjalankan tugas di luar daerah. Meski demikian, Yonas memastikan seluruh aspirasi mahasiswa akan segera disampaikan kepada pimpinan daerah dan DPRK untuk ditindaklanjuti.
“Kami pastikan aspirasi adik-adik mahasiswa ini akan segera kami sampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.
Selain menuntut realisasi bantuan studi, mahasiswa juga menyampaikan delapan poin tuntutan dalam pernyataan sikap tertulis. Di antaranya, percepatan pembangunan jalan Sikari–Burmeso dan Burmeso–Gesa Baru, pelantikan pejabat eselon III dan IV sesuai visi dan misi bupati, serta percepatan penerbitan Surat Keputusan (SK) CPNS formasi 2024.
Mahasiswa juga meminta DPRK Mamberamo Raya segera membentuk Peraturan Daerah (Perda), penyediaan bus angkutan pelajar di wilayah Kasonaweja dan Burmeso, serta penyediaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah melalui dinas terkait.
Tuntutan lainnya mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pemanfaatan sumber daya alam (SDA) guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Mamberamo Raya. Mahasiswa juga mendesak pemerintah daerah mengaktifkan kembali pasar induk dan pasar rakyat di Kasonaweja dan Burmeso, meningkatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan, serta menekan angka penyakit malaria.
Selain itu, mahasiswa meminta tenaga pendidik segera kembali melaksanakan tugas menjelang ujian akhir sekolah, memastikan subsidi pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat, serta menegaskan pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) seperti peredaran minuman keras dan praktik perjudian.
Aksi demonstrasi damai tersebut berakhir dengan tertib dan aman di bawah pengamanan aparat kepolisian dan TNI.
Editor : Darul Muttaqin