Kebakaran Tolikara Soroti Lemahnya Sistem Kelistrikan dan Mitigasi Bencana di Daerah Terpencil
JAYAPURA, iNewsJayapura.id - Kebakaran besar yang meluluhlantakkan ratusan bangunan di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, kembali menyoroti persoalan serius terkait keamanan instalasi listrik, tata kelola kawasan permukiman, serta lemahnya sistem mitigasi kebakaran di daerah terpencil Indonesia.
Tim gabungan dari Satreskrim Polres Tolikara bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum, Unit Identifikasi, dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Papua melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lanjutan di lokasi kebakaran yang terjadi di Jalan Giling Batu, Distrik Karubaga.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menjelaskan bahwa olah TKP dilakukan oleh tim khusus pada Sabtu (31/1/2026) untuk mengungkap secara menyeluruh penyebab kebakaran yang berdampak luas terhadap masyarakat.
“Tim gabungan dari Subdit III dan Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum, Inafis, serta Satreskrim Polres Tolikara telah melaksanakan olah TKP lanjutan di lokasi kebakaran,” ujar Kombes Pol. Cahyo dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).
Hasil pendataan sementara di lapangan mencatat sebanyak 179 bangunan, terdiri dari rumah warga dan kios usaha, ludes terbakar. Peristiwa ini tidak hanya menyebabkan warga kehilangan tempat tinggal, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
“Estimasi kerugian materiil akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah,” ungkap Cahyo.
Terkait penyebab kebakaran, Cahyo menyampaikan bahwa indikasi awal mengarah pada gangguan sistem kelistrikan, sebuah persoalan yang kerap terjadi di kawasan dengan infrastruktur terbatas.
“Dari hasil pemeriksaan awal, api diduga berasal dari arus pendek atau korsleting listrik di salah satu bangunan. Namun, kepastian penyebabnya masih menunggu hasil uji Laboratorium Forensik,” jelasnya.
Pasca kebakaran, puluhan kepala keluarga kini terpaksa mengungsi dan bertahan di tenda-tenda darurat di sekitar lokasi kejadian. Sebagian lainnya memilih menumpang di rumah kerabat.
Peristiwa ini kembali memunculkan desakan agar pemerintah pusat dan daerah memperkuat standar keselamatan instalasi listrik, sistem pencegahan kebakaran, serta penanganan darurat di wilayah 3T, agar tragedi serupa tidak terus berulang dan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat.
Editor : Darul Muttaqin