Tragedi di Ruang Guru: KKB Kembali Membunuh Masa Depan Anak Papua
Ia menyatakan bahwa anak-anak seharusnya belajar membaca dan berhitung, bukan menyaksikan ketakutan dan kekerasan bersenjata. Perbuatan keji ini dianggap sebagai upaya sistematis untuk membunuh masa depan anak-anak Papua.
Arief menyoroti bahwa ini adalah pola teror yang sengaja diulang untuk menciptakan ketakutan di sektor pendidikan. Ia mengenang kembali peristiwa pada Maret 2025 ketika guru Rosalia Rerek Sogen juga gugur dalam serangan serupa di wilayah yang sama.
Hal ini menunjukkan bahwa tenaga pendidik telah dijadikan target strategis untuk menciptakan kekosongan pendidikan di wilayah pegunungan.
Dampak dari kekerasan ini menciptakan efek domino yang merusak. Setiap guru yang menjadi korban atau dipaksa pergi berarti ribuan jam belajar hilang dan sekolah terancam ditutup. Secara hukum, Arief menegaskan bahwa pembunuhan ini memenuhi unsur kejahatan kemanusiaan karena menyerang warga sipil di ruang publik yang dilindungi. Ia merasa ironis karena pihak yang mengatasnamakan Papua justru menghancurkan fondasi pembangunan sumber daya manusia mereka sendiri.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta