get app
inews
Aa Text
Read Next : PLBN Skouw dan ITB Dorong Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat di Kampung Mosso

Tiga Hari Pencarian, Korban Longsor Batu Putih Jayapura Ditemukan

Selasa, 17 Februari 2026 | 20:56 WIB
header img
Korban diketahui bernama Rafles Fonataba/Waromi (22) berhasil ditemukan. Foto/Ist

JAYAPURA, iNewsJayapura.id – Setelah tiga hari pencarian, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan dan mengevakuasi korban tertimbun longsor di kawasan Batu Putih, Gajah Putih, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, Selasa (17/2/2026) malam.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura, Anton Sucipto, mengatakan laporan awal diterima dari seorang warga bernama Tambirana Woru terkait insiden longsor yang menimpa seorang penambang tradisional pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 14.30 WIT.

Korban diketahui bernama Rafles Fonataba/Waromi (22). Saat kejadian, korban tengah melakukan aktivitas penambangan tradisional di lokasi tersebut. Tiba-tiba terjadi longsoran tanah yang menyebabkan korban tidak sempat menyelamatkan diri dan tertimbun material.

Keluarga dan masyarakat setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun hingga hari pertama korban belum ditemukan. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura untuk mendapatkan bantuan evakuasi.

Sebanyak 11 personel rescuer diterjunkan untuk melaksanakan Operasi SAR. Proses pencarian berlangsung selama tiga hari dengan menghadapi medan yang cukup berat dan kondisi tanah yang labil serta berpotensi longsor susulan.

“Medannya cukup sulit dengan material tanah yang mudah longsor, sehingga tim harus bekerja ekstra hati-hati. Proses evakuasi sempat mengalami kendala, namun akhirnya dapat berjalan dengan lancar,” ujar Anton.

Korban pertama kali ditemukan oleh rekan-rekannya sekitar pukul 17.57 WIT pada Selasa sore. Tim SAR Gabungan kemudian melakukan proses evakuasi dan pada pukul 21.15 WIT korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura untuk penanganan lebih lanjut.

Operasi pencarian melibatkan unsur gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polresta Jayapura, KP3 Laut, Koramil Jayapura Selatan, Bidokkes, ORARI, RAPI, UPC 119 Kota Jayapura, BPBD, PMI, Saka Wanabhakti, serta keluarga dan masyarakat setempat.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan risiko tinggi aktivitas penambangan tradisional di wilayah dengan kondisi tanah labil, terutama saat cuaca tidak menentu yang dapat memicu terjadinya longsor.

Editor : Darul Muttaqin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut