Seruan Papua Connection: Lindungi Guru dan Nakes, Hentikan Kekerasan di Papua
"Karena itu, Papua Connection menolak keras kekerasan bersenjata sekaligus menolak provokasi, disinformasi, dan politisasi identitas, termasuk yang memanfaatkan sentimen keagamaan yang dapat memperkeruh situasi dan merugikan masyarakat Papua", tegasnya.
Charles Kossay juga menegaskan dukungan Papua Connection terhadap pembangunan Papua yang berkeadilan, inklusif, dan berperspektif hak asasi manusia. Ia menyebut pembangunan, termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua, harus dijalankan secara partisipatif dan sesuai semangat Pasal 33 UUD 1945.
“Papua membutuhkan pembangunan partisipatif, semangat pasal 33 UUD 1945 mesti terealisasikan di Tanah Papua, saya yakin di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo hal itu bisa terlaksana, yang terpenting niat dan tujuannya harus benar-benar untuk kemajuan orang Papua", tandasnya.
Melalui deklarasi ini, Inisiator Papua Connection ini menegaskan komitmennya untuk merawat kemanusiaan, melindungi warga sipil, serta memperkuat persatuan nasional.
"Papua adalah bagian sah dan tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjaga Papua berarti menjaga masa depan Indonesia. Mari kita rawat Papua ini dengan nilai-nilai kemanusiaan dan perkuat persatuan nasional", pungkasnya.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta