Aktivis Papua Soroti PSN: Antara Tantangan dan Peluang bagi Masyarakat Lokal
JAYAPURA, iNewsJayapura.id - Program Strategis Nasional (PSN) yang tengah berjalan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Papua, dinilai membawa dua sisi sekaligus, yakni sebagai tantangan dan peluang bagi masyarakat lokal.
Hal tersebut disampaikan oleh aktivis Papua, Alenjro E.F. Tukayo, yang menyoroti pentingnya pengelolaan PSN secara bijak agar dapat menciptakan pembangunan yang berkelanjutan sekaligus menjaga stabilitas sosial di Tanah Papua.
Menurut Alenjro, keberadaan PSN harus tetap memperhatikan aspek lingkungan melalui Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Ia menegaskan bahwa aktivitas perusahaan yang terlibat dalam PSN tidak boleh merusak alam yang menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat.
“Perusahaan harus benar-benar memperhatikan Amdal agar kegiatan yang dilakukan tidak merusak lingkungan,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Selain itu, ia menekankan pentingnya pendekatan kultural dalam menyelesaikan potensi konflik, khususnya yang berkaitan dengan hak ulayat masyarakat adat. Ia menyarankan agar pihak perusahaan dan masyarakat dapat mengedepankan dialog terbuka melalui mediasi di rumah adat sebagai bagian dari kearifan lokal Papua.
“Duduk bersama, bercerita, dan mencari solusi di rumah adat merupakan cara yang sesuai dengan budaya Papua untuk menemukan titik temu,” jelasnya.
Alenjro juga menyoroti pentingnya kontribusi nyata perusahaan terhadap wilayah operasional. Ia menilai, pembangunan infrastruktur seperti jalan, sekolah, dan rumah ibadah harus menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal juga dinilai krusial.
Ia mendorong agar masyarakat setempat diberikan akses pendidikan dan pelatihan sehingga mampu berpartisipasi langsung dalam kegiatan industri yang hadir melalui PSN.
Lebih lanjut, Alenjro mengajak mahasiswa Papua, khususnya yang telah menyelesaikan studi di bidang ekonomi, pertanian, dan kehutanan, untuk melihat PSN sebagai peluang kerja dan pengembangan karier.
“PSN harus dilihat sebagai peluang bagi generasi muda Papua untuk terlibat langsung dan mengambil bagian dalam pembangunan,” katanya.
Di sisi lain, ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang belum jelas kebenarannya terkait PSN. Menurutnya, setiap informasi perlu dikaji secara bijak agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Melalui berbagai langkah tersebut, Alenjro berharap PSN dapat berjalan seimbang antara kepentingan pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Mari kita bersama-sama menciptakan Papua sebagai tanah damai,” tutupnya.
Editor : Darul Muttaqin