Jatuh dari Tebing, Korban Belum Ditemukan
JAYAPURA, iNewsJayapura.id - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Jayapura masih melanjutkan operasi pencarian terhadap seorang pria yang dilaporkan terjatuh dari tebing ke laut di kawasan Pantai Pasir 4, Kota Jayapura, Provinsi Papua.
Korban diketahui bernama Bretlly William Runggeary (27), warga Tanjung Ria, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura. Hingga Rabu (18/3/2026), korban belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Peristiwa tersebut bermula pada Senin (16/3/2026), saat korban bersama dua rekannya melakukan kegiatan camping di Pantai Pasir 4. Keesokan harinya, Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 06.00 WIT, korban berjalan ke arah ujung tebing ketika kedua rekannya tengah membereskan perlengkapan.
Diduga akibat kondisi tebing yang licin, korban tergelincir dan jatuh ke laut dari ketinggian sekitar 20 meter. Korban sempat berteriak, yang kemudian direspons oleh kedua rekannya dengan bergegas menuju lokasi kejadian.
“Kedua rekan korban sempat melihat korban berada di air laut dekat tebing dan berusaha memberikan pertolongan, namun tidak berhasil,” demikian informasi yang dihimpun dari laporan awal kejadian.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura untuk meminta bantuan evakuasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura, Anton Sucipto, mengatakan tim SAR gabungan yang tiba di lokasi langsung melakukan assessment dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian perkara (LKP).
“Penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet (RIB) dengan radius pencarian kurang lebih satu nautical mile (NM) dari titik jatuh korban,” ujarnya.
Pada Selasa (17/3/2026) pukul 17.00 WIT, operasi SAR sementara dihentikan dan dilanjutkan dengan debriefing. Pencarian kemudian kembali dilanjutkan pada Rabu (18/3/2026) dengan strategi yang diperkuat.
Tim SAR dibagi menjadi dua regu, yakni tim yang melakukan penyisiran menggunakan perahu karet serta tim pemantauan udara menggunakan drone. Selain itu, penyelaman juga akan dilakukan apabila kondisi cuaca dan gelombang memungkinkan.
Dalam operasi ini, tim SAR mengerahkan sejumlah alat utama, di antaranya perahu karet (RIB), landing craft rubber (LCR), truk personel, rescue car, peralatan selam, serta perangkat komunikasi dan peralatan SAR pendukung lainnya.
Unsur SAR yang terlibat meliputi Basarnas, Polair Polresta Jayapura, keluarga korban, serta masyarakat setempat.
Cuaca di lokasi kejadian dilaporkan dalam kondisi berawan. Hingga saat ini, seluruh unsur SAR gabungan masih terus berupaya maksimal untuk menemukan korban.
Editor : Darul Muttaqin