Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Advertisement . Scroll to see content

Polemik Film "Pesta Babi" Bergulir, Mama Yasinta Diminta Tak Dijadikan Sasaran Tudingan

Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:52 WIB
  • author Cornelia Mudumi
Polemik Film
Mama Yasinta Moiwend (kaos merah) bersama masyarakat di Kota Jayapura merespon yel-yel: Tolak PSN, usai nobar Pre-lounching film dokumenter "Pesta Babi. Foto iNews/Cornelia Mudumi

JAYAPURA, iNewsJayapura.id – Tim kolaborasi film dokumenter Pesta Babi angkat bicara terkait perkembangan terbaru yang melibatkan Mama Yasinta, tokoh perempuan adat Marind Anim yang selama ini dikenal vokal memperjuangkan hak-hak masyarakat adat di Papua.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Sabtu (30/5/2026), tim kolaborasi menegaskan bahwa Mama Yasinta merupakan sosok yang telah lama berjuang untuk dirinya sendiri maupun komunitasnya, jauh sebelum proses produksi film dokumenter tersebut dilakukan.

"Kami menghormati apa pun sikap Mama Yasinta saat ini dan meminta publik untuk tidak menyudutkan atau menghakimi beliau, sembari kami masih berusaha memahami apa yang terjadi dengan perubahan pilihan sikap ini," demikian pernyataan tim kolaborasi.

Tim juga mengungkapkan bahwa sejak video pernyataan Mama Yasinta beredar pada Sabtu (23/5/2026) malam, hingga langkahnya mendatangi Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya pada Jumat (29/5/2026), pihak kolaborator belum berhasil menghubungi ataupun bertemu secara langsung dengan yang bersangkutan.

Menurut mereka, berbagai upaya komunikasi masih terus dilakukan, termasuk berkoordinasi dengan pihak keluarga Mama Yasinta guna memperoleh kejelasan terkait perkembangan situasi yang terjadi.

"Kami terus berusaha membangun komunikasi dengan Mama Yasinta dan berkoordinasi dengan keluarganya," lanjut pernyataan tersebut.

Di tengah polemik yang berkembang, tim kolaborasi juga mengajak publik untuk tetap memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Papua. Mereka berharap solidaritas yang selama ini terbangun tetap terjaga demi mendorong penyelesaian berbagai persoalan yang dinilai masih menjadi tantangan besar di Tanah Papua.

Pernyataan tersebut ditandatangani oleh sejumlah pihak yang terlibat dalam kolaborasi film dokumenter Pesta Babi, yakni Ekspedisi Indonesia Baru, Greenpeace Indonesia, Jubi Media, LBH Papua Merauke, Pusaka Bentala Rakyat, dan Watchdoc.

Editor: Darul Muttaqin

Follow Berita iNews di Google News
Advertisement
Advertisement

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut