Ketua Adat Wanam Tegaskan Pentingnya Merawat Nilai dan Identitas Adat Malind Maklew
"Kalau kita memahami sejarah, asal-usul marga, dan hubungan kekerabatan, kita akan lebih mengenal siapa diri kita dan bagaimana hubungan kita sebagai satu keluarga besar masyarakat adat," tuturnya.
Dalam forum tersebut, Yohanis turut merilis susunan Pengurus Inti Adat Mayo Bodol periode 2026–2031 yang telah ditetapkan pada 1 September 2026 lalu di Kampung Wanam.
Struktur kepengurusan inti tersebut mengamanahkan posisi Ketua Adat kepada Yohanis Agabi Mahuze, didampingi Marianus Magaepe Moiwen sebagai Wakil Ketua Adat. Sementara posisi Sekretaris dijabat oleh Jalentinus Gewa Moiwen, dan Heribertus Mbilike Moiwen dipercaya mengemban tugas sebagai Bendahara.
Pembentukan kepengurusan baru ini menjadi langkah strategis untuk memperkokoh kelembagaan adat di Kampung Wanam sekaligus memperjelas pembagian fungsi dalam tata kelola adat. Pengurus terlantik bertugas mengawal proses musyawarah, mendokumentasikan sejarah lokal, hingga memfasilitasi penyelesaian berbagai persoalan adat masyarakat setempat.
Melalui kelembagaan yang makin solid, Yohanis optimistis warisan leluhur masyarakat Malind Maklew akan terus hidup dan membentengi generasi muda dari pengikisan budaya.
"Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga adat ini agar tetap hidup. Bukan hanya untuk generasi kita sekarang, tetapi juga untuk anak dan cucu kita di masa yang akan datang," pungkasnya.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar