TELUK BINTUNI, iNewsJayapura.id – Merah Putih Stratejik Institute (MPSI) menegaskan bahwa krisis kemanusiaan di Distrik Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh, Kabupaten Teluk Bintuni, telah mencapai titik kritis. Pascaserangan kelompok separatis OPM, ratusan warga kini hidup dalam ketidakpastian di pengungsian.
Ketua Tim Peneliti MPSI, Dr. Hendrik Arwam, menyatakan bahwa intervensi pemerintah daerah saja tidak cukup. "Situasi di Moskona membutuhkan langkah luar biasa dari pemerintah pusat. Ini bukan sekadar soal logistik, tapi menyangkut kehancuran tatanan hidup dan trauma psikologis yang mendalam," ujar Hendrik usai meninjau kamp pengungsian, Rabu (29/4/2026).
Kontak senjata pada Oktober 2025 lalu memaksa 206 warga meninggalkan kampung halaman. Hingga enam bulan berlalu, mereka masih kesulitan beradaptasi dengan kehidupan kota. MPSI mendorong pembentukan tim khusus lintas kementerian untuk melakukan rekonstruksi total, mulai dari infrastruktur yang hangus terbakar hingga pemulihan rasa aman warga.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
