Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan sistem pemeriksaan keamanan di Bandara Sentani, termasuk penggunaan mesin X-Ray di area PSCP, bekerja secara optimal dalam mendeteksi barang-barang yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan maupun barang terlarang seperti narkotika.
"Keberhasilan ini menunjukkan petugas Aviation Security bekerja sigap, cermat, dan profesional sesuai standar keamanan penerbangan sipil. Sistem pemeriksaan kami berfungsi dengan baik sehingga mampu mendeteksi barang-barang terlarang," ujar Nyoman.
Ia menegaskan, manajemen Bandara Sentani akan terus memperkuat sistem pengamanan melalui peningkatan kompetensi personel, optimalisasi prosedur pemeriksaan, serta pemeliharaan fasilitas keamanan guna mencegah penyalahgunaan transportasi udara sebagai jalur peredaran narkotika.
"Bandara merupakan objek vital nasional yang harus dijaga bersama. Kami akan terus bersinergi dengan kepolisian, otoritas penerbangan, maskapai, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mencegah segala bentuk peredaran narkotika melalui jalur udara," tegasnya.
Pihak manajemen bandara juga mengimbau seluruh pengguna jasa penerbangan agar mematuhi ketentuan keamanan penerbangan dan tidak membawa barang-barang yang dilarang, termasuk narkotika, psikotropika, maupun zat adiktif lainnya, demi menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan.
Editor : Darul Muttaqin
Artikel Terkait
