get app
inews
Aa Text
Read Next : Ketimpangan Implementasi Perda OAP Jadi Catatan Kritis DPRP Papua Tengah

Gunakan AI Secara Bijak, Lucky Ireeuw Ingatkan Bahaya Kejar Algoritma

Kamis, 15 Januari 2026 | 16:51 WIB
header img
Ketua AJI Jayapura, Lucky Ireeuw (kanan) dalam sesi pelatihan bertajuk "Manusia Tetap di Kemudi: Etika Penggunaan AI dalam Jurnalisme" di Festival Media Nabire. Foto/Cornelia Mudumi

NABIRE, iNewsJayapura.id - Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jayapura, Lucky Ireeuw menjelaskan pentingnya etika penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam jurnalisme.

Menurutnya, AI boleh digunakan jurnalis, namun hanya sebagai alat bantu, bukan sebagai penentu kebijakan redaksi.

Hal tersebut disampaikan Ireeuw sebagai narasumber dalam sesi pelatihan bertajuk "Manusia Tetap di Kemudi: Etika Penggunaan AI dalam Jurnalisme" yang digelar dalam Festival Media Se-Tanah Papua di Nabire, Rabu (14/01/2026).

Sesi yang dimoderatori Misba, wartawan Seputar Papua, ini dihadiri pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Nabire.

Ireeuw menjelaskan bahwa perkembangan teknologi AI kini telah digunakan oleh media dalam mencari informasi, mengolah, dan mempublikasikan konten. Namun, ia memperingatkan bahwa penggunaan AI harus disertai dengan etika yang jelas.

"Penting dan terutama bagi kita semua, terutama para jurnalis, bahwa AI itu hanya sekadar bantu, dia bukan penentu kebijakan. Jadi kita menggunakan AI itu harus ada etikanya juga," tegas Ireeuw usai memaparkan materi.

Ireeuw mengingatkan bahaya mengejar algoritma tanpa memperhatikan kebenaran informasi. Ia khawatir jika media hanya fokus pada konten yang viral atau masuk "For You Page" (FYP) tanpa memverifikasi kebenarannya.

"Jangan sampai terjadi bias mengejar algoritma, tetapi justru informasi bias. Publik akan menerima informasi itu mentah-mentah. Misalnya sesuatu yang mungkin tidak benar, tetapi karena mengikuti algoritma, dia FYP, sehingga itu saja yang diolah media. Media tinggal putar informasi itu terus. Nah, itu yang berbahaya," jelasnya.

Lucky Ireeuw ini menegaskan bahwa AI seharusnya membantu mempercepat dan memperlancar pekerjaan jurnalistik agar lebih efisien. Namun, semua data yang diperoleh dari AI harus tetap diverifikasi dan diolah kembali oleh jurnalis.

"AI membantu kita memperlancar, lebih efisien, oke. Tapi data semua yang kita peroleh dari AI itu harus diverifikasi dan kita harus mengolahnya lagi. Itu yang perlu digaris bawahi yang penting," tegasnya.

Ireeuw mengajak para pekerja media untuk tidak sampai tergantung sepenuhnya pada AI hingga melupakan nilai-nilai fundamental jurnalisme.

"Saya coba uraikan supaya kita yang menggunakan, pekerja media, jangan sampai tergantung pada AI. Kita yang punya nilai-nilai kebenaran, nilai-nilai jurnalistik, nilai-nilai terhadap masyarakat, itu jangan sampai menjadi hilang karena teknologi," ujarnya.

Ia menegaskan kembali prinsip utamanya: "Jurnalis boleh memakai AI, tapi sebagai alat bantu bukan sebagai penentu."

Sesi pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Media Se-Tanah Papua yang berlangsung 13-15 Januari 2026, menghadirkan 149 jurnalis dari enam provinsi di Tanah Papua, serta pelajar dan mahasiswa sebagai peserta.

Editor : Darul Muttaqin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut