Puluhan Alat Berat Hadir untuk Konstruksi dan Pertambangan Indonesia Timur
“Kami menargetkan 100 unit alat berat pada 2026. Namun kami optimistis sekitar 50 hingga 60 unit dapat terealisasi lebih dulu, terutama untuk sektor konstruksi serta pertambangan emas dan nikel,” ujar Riza, Senin (26/1/2026) di Jakarta.
Ia menambahkan, hingga awal tahun ini sebanyak 48 unit ekskavator merek Sany dan SDLG telah siap beroperasi di wilayah Papua dan Sulawesi.
“Selain layanan sewa alat berat, kami juga menyediakan sewa kendaraan double gardan untuk menunjang operasional proyek konstruksi,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Kristalin Ekalestari, Andito Prasetyowan, menilai kolaborasi dengan CMS merupakan langkah strategis untuk mendorong pembangunan ekonomi daerah, khususnya di Papua Tengah.
“Kolaborasi ini tidak hanya bersifat bisnis internal grup, tetapi juga sejalan dengan rencana pengembangan dan perluasan lahan untuk kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi,” kata Andito.
Editor : Suriya Mohamad Said