get app
inews
Aa Text
Read Next : Penyaluran BBM ke Wilayah 3T Papua Tetap Normal Meski Tantangan Cuaca

Stok Aman dan Pasokan Terjaga, Warga Diminta Tak Menimbun BBM

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:19 WIB
header img
Pengisian Bahan Bakar Minyak di salah satu SPBU. Foto/Darul Muttaqin

JAYAPURA, iNewsJayapura.id - Ketersediaan bahan bakar minyak atau BBM di wilayah Papua dan Maluku dipastikan dalam kondisi aman menjelang hari besar keagamaan.

Kepastian itu disampaikan Ledrik Lekenila atau Ongen selaku Ketua DPD VIII Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Papua dan Maluku, kepada wartawan di Jayapura, Senin, 9 Maret 2026.

Ongen bilang, pihak terkait dalam hal ini Pertamina telah melakukan mitigasi sejak awal untuk memastikan ketahanan stok tetap terjaga selama periode peningkatan kebutuhan masyarakat.

“Pengelola distribusi BBM selalu melakukan langkah antisipatif terhadap stok, bahkan penyaluran juga telah ditingkatkan, termasuk pada akhir pekan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ucap Ongen.

Dia pun mengungkapkan hingga saat ini peningkatan konsumsi BBM masih relatif terkendali,  yaitu sekitar 3-5 persen. Dengan kondisi tersebut, diharapkan tidak terjadi kekurangan BBM baik sebelum maupun sesudah hari raya.

Ongen mengatakan, distribusi saat ini juga lebih fleksibel, penyaluran BBM berdasarkan kebutuhah yang diajukan masing - masing SPBU.

“Kebutuhan yang mereka sampaikan itu yang kami layani, sehingga distribusi bisa menyesuaikan dengan kondisi lapangan,” katanya.

Sementara itu, ketahahan stok rata-rata cadangan BBM berada pada level sekitar 21 hari. Namun angka itu, kata Ongen, tak menandakan stok akan habis setelah periode tersebut, lantaran pasokan baru akan terus masuk secara berkala.

“Perhitungan 21 hari itu bersifat dinamis. Artinya setiap hari akan ada pasokan tambahan lagi untuk menjaga stok tetap aman,” jelasnya.

Ongen mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.

Pembelian dalam jumlah besar dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko keselamatan apabila disimpan secara tidak aman, sekaligus berpotensi mengganggu pola distribusi normal di SPBU.

“Jangan sampai masyarakat panik lalu membeli dalam jumlah banyak untuk disimpan atau ditimbun. Selain tidak aman, hal itu juga bisa mengganggu penjualan normal,” ujar Ongen.

Editor : Darul Muttaqin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut