Harapan Emanuel Mikael Kota untuk Narasi Papua yang Lebih Menyejukkan
JAKARTA, iNewsJayapura.id - Ketua Umum Aliansi Indonesia Timur, Emanuel Mikael Kota, menyampaikan pandangannya terkait komentar Novel Baswedan mengenai film dokumenter Pesta Babi.
Sosok yang akrab disapa Manche ini merasa prihatin karena pernyataan tersebut dianggap berisiko membangun persepsi kurang baik terhadap situasi di Papua dan dapat mengusik ketenangan sosial di wilayah Indonesia Timur.
Ia mengungkapkan bahwa sebagai figur publik yang bernaung di lingkungan ASN Polri, sebaiknya ada kehati-hatian dalam menyampaikan opini mengenai Papua yang merupakan wilayah sensitif. Menurutnya, jangan sampai ulasan terhadap sebuah film justru menciptakan stigma baru yang semakin memperumit keadaan di lapangan.
Emanuel menyayangkan jika komentar yang berfokus pada sisi konflik dan pengungsian justru menggiring opini publik seolah-olah Papua hanya berisi kekerasan.
Baginya, narasi semacam itu mengabaikan realitas utuh di mana masyarakat Papua saat ini sedang giat berjuang merawat kedamaian, membangun ekonomi lokal, serta memperkuat pendidikan dan adat istiadat mereka.
Ia juga menekankan bahwa sebuah film dokumenter sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya rujukan untuk memahami kerumitan Papua, terutama jika didukung oleh komentar yang dirasa kurang berimbang.
Baginya, penting untuk melihat segala sesuatu secara proporsional karena Papua juga memiliki banyak cerita kemajuan, ruang dialog, serta kehidupan masyarakat adat yang damai yang patut untuk dihargai.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar