get app
inews
Aa Text
Read Next : J&T Cargo Buka Layanan Pendistribusian Barang Besar ke Papua

Pakar UI Ingatkan Ancaman Spionase Modern di Era AI dan Komputasi Kuantum

Selasa, 19 Mei 2026 | 11:31 WIB
header img
Teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Foto: ist

JAKARTA, iNewsJayapura.id - 
Kehadiran kecerdasan buatan dan komputasi kuantum kini membuka celah spionase baru yang mengancam kepentingan strategis Indonesia.

Kemampuan teknologi ini dalam mengolah data masif dan menembus sistem digital membuat ancaman siber menjadi lebih kompleks serta sulit dideteksi.

Menanggapi fenomena tersebut, Indonesia perlu memperkuat ketahanan siber dan meningkatkan kesadaran anti spionase di tengah transformasi digital global.

Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia, Edy Prasetyono, menegaskan bahwa spionase adalah ancaman nyata yang telah ada sejak zaman kuno dan kini berkembang pesat seiring kemajuan teknologi digital.

Menurutnya, persaingan antarnegara saat ini tidak lagi hanya berpusat pada kekuatan militer konvensional, melainkan juga pada penguasaan sektor strategis seperti teknologi cip, energi, dan informasi.

Edy memperingatkan bahwa jika Indonesia gagal melindungi informasi sensitif, negara lain akan ragu untuk melakukan transfer teknologi atau menjalin kerja sama strategis.

Senada dengan hal tersebut, Ali Wibisono selaku Kepala Program Pascasarjana HI UI menjelaskan bahwa spionase siber terjadi setiap hari melalui operasi digital berteknologi tinggi.

Ia menekankan bahwa teknologi AI dan komputasi kuantum akan terus melipatgandakan risiko kerugian jika sistem perlindungan nasional tidak segera diperkuat.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah disarankan untuk segera memperkuat regulasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan membangun sistem pertahanan digital yang adaptif agar Indonesia mampu menghadapi ancaman spionase modern yang semakin canggih.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut