LPI Ajak Industri Film Indonesia Lebih Menghargai Subjek Karya
Sebagai bentuk penghormatan terhadap hak masyarakat adat Malind, saran untuk menunda penayangan di berbagai platform pun muncul sebagai jalan tengah sementara.
Persoalan ini mulai mengemuka saat Ibu Yasinta Moiwend membagikan perasaan sedihnya karena merasa kehadirannya hanya dimaknai sebagai kebutuhan promosi. Meski telah mendedikasikan banyak waktu untuk proses produksi, beliau mengaku belum mendapatkan penjelasan utuh mengenai peran sentralnya dalam film tersebut. Ibu Yasinta berharap agar jati dirinya dipandang sebagai identitas yang mulia, bukan sekadar komoditas.
Melalui perhatian pada kasus ini, LPI mengajak para sineas untuk senantiasa mengedepankan komunikasi yang hangat dan transparan, demi menciptakan karya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memberikan manfaat dan kehormatan bagi narasumber yang terlibat.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar