get app
inews
Aa Text
Read Next : Dua Pelaku Peredaran Sabu di Timika Ditangkap, Polisi Amankan Barang Bukti

Ritual Adat Satukan Dua Keluarga yang Bertikai di Kwamki Narama

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:22 WIB
header img
Konflik Antarkeluarga di Kwamki Narama Berakhir Damai, Tokoh Adat Ambil Peran Penting. Foto/Ist

MIMIKA, iNewsJayapura.idKonflik berkepanjangan yang melibatkan dua kelompok keluarga di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, akhirnya berakhir melalui prosesi perdamaian adat yang digelar di Kampung Amole, Rabu (24/6/2026).

Kesepakatan damai yang dicapai kedua belah pihak menjadi titik akhir dari perselisihan yang selama ini membayangi kehidupan masyarakat setempat. Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri Pemerintah Kabupaten Mimika, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, serta perwakilan keluarga dari kedua kubu yang sebelumnya terlibat konflik.

Perdamaian tersebut tidak hanya menjadi simbol berakhirnya pertikaian, tetapi juga penegasan komitmen bersama untuk menjaga keamanan, persatuan, dan keharmonisan masyarakat di Distrik Kwamki Narama.

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman mengatakan, momentum perdamaian tersebut merupakan kabar yang membahagiakan bagi seluruh masyarakat, khususnya kedua kelompok keluarga yang selama ini hidup dalam bayang-bayang konflik.

Menurutnya, setiap persoalan seharusnya diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan mekanisme yang tersedia, bukan dengan tindakan kekerasan yang hanya menimbulkan korban serta meninggalkan luka berkepanjangan.

"Perdamaian ini merupakan langkah yang sangat baik. Mari kita tinggalkan segala bentuk permusuhan dan menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah serta komunikasi yang baik," ujarnya.

Kapolres juga mengajak seluruh pihak untuk mengubur rasa dendam yang selama ini menjadi pemicu utama terjadinya pertikaian. Bahkan, hujan yang turun saat prosesi berlangsung dimaknainya sebagai simbol berkah atas lahirnya perdamaian di tengah masyarakat.

Sementara itu, Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa konflik yang terjadi bukan merupakan perang suku, melainkan perselisihan antarkeluarga yang harus segera diakhiri demi masa depan generasi mendatang.

Ia menjelaskan, berbagai upaya perdamaian sebenarnya telah dilakukan sebelumnya. Namun, diperlukan pertemuan lanjutan agar kesepakatan yang dicapai benar-benar dapat diterima dan dijalankan oleh seluruh pihak yang terlibat.

"Perdamaian yang telah disepakati melalui mekanisme adat ini harus dijaga bersama. Kita berharap tidak ada lagi konflik serupa yang terjadi di kemudian hari," kata Johannes.

Sebagai bentuk komitmen bersama, perwakilan kedua keluarga turut menandatangani kesepakatan perdamaian. Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mencegah terulangnya konflik serupa di masa mendatang.

Bupati Mimika juga menilai situasi yang aman dan kondusif akan memberikan ruang yang lebih luas bagi pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Distrik Kwamki Narama.

Usai penyampaian pesan dari pemerintah dan aparat keamanan, kegiatan dilanjutkan dengan ritual adat yang berlangsung penuh khidmat. Kesepakatan damai yang lahir dari Kampung Amole diharapkan menjadi titik balik bagi masyarakat untuk membangun kehidupan yang rukun, aman, dan saling menghormati.

Sebelum prosesi perdamaian dilaksanakan, Polres Mimika bersama Brimob Batalyon B terlebih dahulu menggelar apel kesiapan pengamanan di halaman Polsek Kwamki Narama yang dipimpin langsung oleh Kapolres Mimika.

Dalam arahannya kepada ratusan personel gabungan, Kapolres menekankan pentingnya pelaksanaan tugas pengamanan secara humanis dan profesional.

"Kita hadir untuk melakukan pengamanan. Tidak ada tindakan pengejaran maupun penggunaan senjata api tanpa perintah. Laksanakan tugas dengan baik dan utamakan pendekatan persuasif kepada masyarakat," tegas Kapolres.

Dengan terlaksananya prosesi perdamaian adat tersebut, masyarakat Kwamki Narama diharapkan dapat kembali hidup berdampingan secara harmonis serta bersama-sama menjaga keamanan dan stabilitas wilayah demi mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Mimika.

Editor : Darul Muttaqin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut