Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pemilik Hak Ulayat Maribu Desak Pemerintah Jelaskan Isu Pemindahan Sekolah Rakyat
Advertisement . Scroll to see content

527 Korban Dugaan Keracunan MBG di Depapre Masuk Fase Pemulihan, Penyebab Masih Diselidiki

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:02 WIB
  • author Cornelia Mudumi
527 Korban Dugaan Keracunan MBG di Depapre Masuk Fase Pemulihan, Penyebab Masih Diselidiki
Wakil Kepala BGN Mayjen TNI Trenggono, Bupati Jayapura Yunus Wonda, Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Haryantana, Angggota DPD RI Henock Puraro, Saat melihat Kondisi Siswa yang terdampak Dugaan Keracunan MBG Kamis (6/8/2026). (Foto iNews/Cornelia).

JAYAPURA, iNewsJayapura.id – Pemerintah Provinsi Papua memastikan kondisi para korban dugaan keracunan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, terus menunjukkan perkembangan positif. Memasuki hari ketiga penanganan, tidak ada lagi penambahan kasus baru yang tercatat hingga Kamis (6/8/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Beeri Wopari, mengatakan fase penanganan saat ini telah memasuki masa pemulihan. Menurutnya, kurva kasus akut mengalami penurunan signifikan dibandingkan hari pertama kejadian.

"Memasuki hari ketiga, kondisi pasien secara umum sudah mulai membaik. Kasus akut sudah jauh berkurang dibanding hari pertama, dan hingga 6 Agustus tidak ada lagi penambahan pasien baru," ujar Wopari.

Ia menjelaskan, proses pemulihan diperkirakan akan terus berlangsung hingga hari ketiga, keempat, dan kelima pascakejadian. Sebagian besar pasien menunjukkan perkembangan yang baik, termasuk saat dirinya mendampingi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) meninjau pasien di Depapre pada Kamis pagi.

Meski demikian, Dinas Kesehatan tetap melakukan pemantauan intensif terhadap pasien yang masih menjalani perawatan. Pengawasan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan mereka benar-benar pulih, termasuk pemantauan konsumsi obat dan kecukupan cairan tubuh.

Wopari mengingatkan bahwa gejala akibat makanan yang diduga terkontaminasi masih berpotensi muncul kembali selama masa pemulihan. Karena itu, masyarakat diminta segera kembali ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti nyeri perut hebat, muntah, atau gangguan pencernaan lainnya.

"Pasien tetap harus dipantau. Bila muncul kembali tanda-tanda seperti sakit perut yang hebat atau gangguan pencernaan, segera kembali ke rumah sakit atau puskesmas untuk mendapatkan penanganan," katanya.

Editor: Darul Muttaqin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut