Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ledakan Keras Gegerkan Biak, Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II
Advertisement . Scroll to see content

OPM Tembaki Dua Lokasi Proyek Jalan di Tolikara, Aparat Gabungan Kejar Pelaku

Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:52 WIB
  • author Darul Muttaqin
OPM Tembaki Dua Lokasi Proyek Jalan di Tolikara, Aparat Gabungan Kejar Pelaku
Aparat gabungan TNI-Polri bergerak cepat melaksanakan evakuasi korban dan pengamanan lokasi. Foto/Ist

JAYAPURA, iNewsJayapura.id - Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto menyampaikan bahwa Kodam XVII/Cenderawasih memastikan Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) bertanggung jawab atas aksi penembakan yang mengakibatkan empat pekerja proyek jalan meninggal dunia di kawasan Kali Kabur, Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, pada Minggu (2/8/2026).

Kapendam menjelaskan, berdasarkan hasil investigasi dan verifikasi lapangan yang dilakukan aparat gabungan TNI-Polri, aksi penembakan tersebut dilakukan oleh OPM Front Bersenjata pimpinan Serius Wanimbo alias Joni Wanimbo alias Botak Wanimbo bersama kelompok Teranus Enumbi. Dalam kurun waktu yang hampir bersamaan, kelompok tersebut juga melakukan penyerangan terhadap dua lokasi proyek berbeda di kawasan Kali Kabur.

Pada penyerangan terhadap pekerja PT Sutan Harauli Jaya (PT SHJ) yang mengerjakan proyek jalan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wamena, empat pekerja menjadi korban, yakni Arman Sibarani, Erlin Aritonang, Barengga (Orang Asli Papua/OAP), dan Alfonds. Sementara sejumlah pekerja lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan melarikan diri menuju Distrik Kanggime dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak perusahaan.

Selain itu, kelompok yang sama juga melakukan penembakan terhadap Camp Treaser milik PT Nirwana yang mengerjakan proyek jalan APBD Kabupaten Tolikara. Dalam kejadian tersebut, Alfons Defonsius Reyaan meninggal dunia, Joel Jeriko Marathon Diora Naibaho mengalami luka akibat rekoset di telinga kiri, sedangkan Supredo Ulipi berhasil selamat.

“Seluruh rangkaian kejadian ini menunjukkan adanya pola serangan yang secara sengaja menyasar pekerja sipil yang sedang melaksanakan pembangunan infrastruktur pemerintah. Tindakan tersebut merupakan aksi teror yang mengancam keselamatan masyarakat serta menghambat pembangunan di Papua,” ujar Kolonel Inf Tri Purwanto.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, aparat gabungan TNI-Polri bergerak cepat melaksanakan evakuasi korban dan pengamanan lokasi. Personel dari Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 511/DY, Koramil Kanggime, Polsek Ilu, serta unsur terkait diterjunkan ke lokasi meskipun harus menghadapi medan yang berat dan potensi ancaman dari kelompok bersenjata.

Editor: Darul Muttaqin

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut