Pakar UI Ingatkan Ancaman Spionase Modern di Era AI dan Komputasi Kuantum

Vitrianda Hilba Siregar
Teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Foto: ist

JAKARTA, iNewsJayapura.id - 
Kehadiran kecerdasan buatan dan komputasi kuantum kini membuka celah spionase baru yang mengancam kepentingan strategis Indonesia.

Kemampuan teknologi ini dalam mengolah data masif dan menembus sistem digital membuat ancaman siber menjadi lebih kompleks serta sulit dideteksi.

Menanggapi fenomena tersebut, Indonesia perlu memperkuat ketahanan siber dan meningkatkan kesadaran anti spionase di tengah transformasi digital global.

Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia, Edy Prasetyono, menegaskan bahwa spionase adalah ancaman nyata yang telah ada sejak zaman kuno dan kini berkembang pesat seiring kemajuan teknologi digital.

Menurutnya, persaingan antarnegara saat ini tidak lagi hanya berpusat pada kekuatan militer konvensional, melainkan juga pada penguasaan sektor strategis seperti teknologi cip, energi, dan informasi.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network