Tumpukan Sampah di Pasar Lama Sentani Picu Aksi Protes Pedagang

Cornelia Mudumi
Penumpukan sampah di kawasan Pasar Lama Sentani, Kabupaten Jayapura. (Foto: Istimewa).

JAYAPURA, iNewsJayapura.id – Penumpukan sampah di kawasan Pasar Lama Sentani, Kabupaten Jayapura, kembali memicu aksi protes para pedagang, Jumat (17/7/2026). Sejumlah mama-mama pedagang, yang sebagian besar merupakan Orang Asli Papua (OAP), menghamburkan tumpukan sampah ke badan jalan menggunakan kayu hingga sempat menutup akses lalu lintas. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes karena sampah yang menumpuk di sekitar lokasi jualan menimbulkan bau menyengat dan dinilai mengganggu aktivitas perdagangan.

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan yang menerima laporan langsung turun ke lokasi bersama personel Polres Jayapura untuk mengamankan situasi. Selain memastikan aksi berlangsung kondusif, personel kepolisian turut membantu mengangkat sampah yang menutupi badan jalan agar arus lalu lintas kembali normal.

Kapolres mengatakan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayapura untuk penanganan sampah di lokasi tersebut.

"Begitu menerima laporan, kami langsung menuju lokasi untuk mengamankan situasi. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup agar penanganan sampah dapat segera dilakukan," ujar AKBP Dionisius Helan.

Menurut Kapolres, dirinya juga telah berkomunikasi dengan Bupati Jayapura terkait persoalan penumpukan sampah tersebut. Dari hasil koordinasi sementara, terdapat sejumlah kendala yang menyebabkan proses pengangkutan sampah belum dapat dilakukan sebagaimana mestinya. Namun, Kapolres tidak merinci kendala yang dimaksud.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi protes dipicu oleh kekecewaan para pedagang yang setiap hari berjualan ikan di sepanjang kawasan Pasar Lama Sentani. Mereka mengaku harus berjualan di tengah tumpukan sampah yang mengeluarkan bau tidak sedap sehingga mengganggu kenyamanan pedagang maupun pembeli.

Rekaman video amatir aksi tersebut juga beredar luas di media sosial dan memperlihatkan sejumlah pedagang menggeser sampah ke tengah jalan sebagai bentuk protes agar keluhan mereka mendapat perhatian pemerintah.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Jayapura belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab penumpukan sampah maupun langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.

Persoalan sampah di Kota Sentani bukan kali pertama terjadi. Dalam waktu yang relatif singkat, penumpukan sampah kembali terulang dan memicu protes masyarakat. Kondisi ini menjadi sorotan publik karena berkaitan langsung dengan pelayanan dasar pemerintah di bidang kebersihan dan pengelolaan lingkungan.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Jayapura segera memberikan penjelasan kepada publik mengenai penyebab terganggunya pengangkutan sampah serta menghadirkan solusi agar persoalan serupa tidak terus berulang dan tidak lagi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat di Pasar Lama Sentani.

Editor : Darul Muttaqin

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network