Korban terdiri atas pasangan suami istri, Kumis Kogoya dan istrinya, serta seorang perempuan dari Suku Unaukam. Aparat masih terus melakukan pendalaman terhadap kronologi kejadian maupun identitas seluruh korban guna memastikan seluruh fakta terungkap secara menyeluruh.
Kepala Penerangan Koops Habema, M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa setiap langkah aparat keamanan berorientasi pada perlindungan masyarakat dan penegakan hukum yang profesional.
“Koops Habema akan terus bekerja secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai hukum untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat serta memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kehilangan warga sipil akibat tindak kekerasan merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
