MERAUKE, iNewsJayapura.id – Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) cetak sawah di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, diharapkan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pangan semata. Kepala Kampung Wanam, Kosmas Kaize, mendorong agar proyek nasional tersebut diimbangi dengan pemberdayaan ekonomi lokal serta penguatan akar kebudayaan masyarakat adat setempat.
Pernyataan tersebut disampaikan Kosmas dalam Dialog Masyarakat yang mempertemukan pemerintah kampung, tokoh adat, warga, serta tim peneliti Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) di Kampung Wanam, Selasa (25/8/2026).
Kosmas menegaskan keberhasilan PSN cetak sawah tidak boleh hanya diukur dari luas lahan atau tonase hasil panen, melainkan dari sejauh mana masyarakat lokal dilibatkan.
Ia meminta agar warga Wanam diberi ruang luas dalam rantai ekonomi proyek, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal, pelatihan kapasitas petani, penyediaan operasional, hingga pengolahan dan pemasaran hasil produksi.
Di samping sektor pertanian, Kosmas menyoroti pentingnya pembangunan sanggar atau rumah budaya di Kampung Wanam. Selama ini, potensi kerajinan dan perlengkapan adat masyarakat belum terkelola secara optimal.
Kehadiran rumah budaya diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran generasi muda, wadah pelestarian silsilah serta nilai adat, sekaligus sarana komersialisasi produk kebudayaan secara terorganisasi.
Kosmas mengingatkan seluruh pihak bahwa Wanam bukanlah sekadar hamparan lahan proyek, melainkan ruang hidup yang memiliki struktur sosial dan identitas adat yang kuat. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya sinergi dan komunikasi yang intensif antara pemerintah, pelaksana proyek, dan lembaga adat agar pembangunan wilayah berjalan selaras dengan pembangunan manusianya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
