Ia menambahkan, rasa keadilan dan kesetaraan harus benar-benar dihadirkan dalam kehidupan nyata, bukan sekadar konsep. Apalagi, sebagian besar masyarakat adat Papua memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan tanah adat, hutan, dan lingkungan alam sebagai ruang hidup mereka.
Oleh karena itu, pembangunan Papua tidak cukup jika hanya diukur dari pembangunan fisik semata. Kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, dan penguatan masyarakat lokal juga harus diutamakan.
"Pembangunan harus dilihat secara utuh. Infrastruktur penting, tetapi pembangunan manusia juga sangat penting. Masyarakat Papua harus menjadi subjek pembangunan, bukan hanya penerima manfaat," ujarnya.
Laurens juga mendorong agar dialog yang sehat terus dibuka guna mengelola perbedaan pandangan sejarah dan merespons aspirasi masyarakat sipil. Pendekatan keamanan dan pembangunan hendaknya berjalan saling melengkapi agar dapat menciptakan rasa aman sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang berkeadilan.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
