Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pembangunan di Papua gencar dilaksanakan, Jaga Kondusivitas Tanpa Aksi Provokasi
Advertisement . Scroll to see content

Percepat Pengembangan Merauke Jadi Lumbung Pangan, Mentan Maksimalkan Penggunaan Sistim Mekanisasi

Rabu, 29 Mei 2024 | 12:35 WIB
  • author Muhammad Syahrir Muslimin
Percepat Pengembangan Merauke Jadi Lumbung Pangan, Mentan Maksimalkan Penggunaan Sistim Mekanisasi
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman saat memaparkan luasan lahan pertanian di kampung Ngutibob, Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan. (Foto : Muh. Syahrir)

“40.000 hektar ini adalah cluster, cluster pertanian modern, semua menggunakan teknologi seperti yang kita lihat, jadi ini pertanian modern betul - betul, ini nanti bisa menjadi contoh ditempat - tempat lain, tanam, panen hingga mengolahnya pakai alat,” pungkasnya

Dikesempatan yang sama, Bupati Merauke, Romanus Mbaraka, optimis wilayah yang dipimpinnya mampu menjadi lumbung pangan nasional. Ia mengatakan dukungan pemerintah pusat baik berupa alsintan, benih, pupuk hingga pendampingan petani secara langsung dilapangan akan berdampak positif terhadap pengembangan pertanian diwilayahnya.

“Dengan potensi yang ada, mudah mudahan dalam jangka waktu 3 sampai 6 bulan kedepan 40.000 hektar lahan ini akan menjadi sasaran yang akan kami kelola, terimakasih atas kepercayaannya kepada kami, semoga dengan potensi yang ada ini bisa kami kelola dengan baik sehingga kami bisa mencukupi kebutuhan pangan Indonesia,” pungkasnya

Untuk diketahui, total optimasi lahan Pertanian di Kabupaten Merauke untuk tahap awal ini mencapai 44.711 hektar. Lokasinya tersebar di 7 (tujuh) titik utama yakni Distrik Jagebob seluas 5.060 ha, Distrik Kurik seluas 12.742 ha, Distrik Malind seluas 6.186 ha, Distrik Merauke seluas 1.686 ha, Distrik Naukenjerai 261 ha, Distrik Semangga seluas 7.027 ha dan Distrik Tanah Miring seluas 11.746 ha.

Editor: Damn

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut