Industri Pupuk Fakfak Diproyeksi Perkuat Pangan dan Ciptakan Lapangan Kerja
Industri pupuk yang berlokasi di Distrik Tomage tersebut ditargetkan mampu memproduksi sekitar 1,15 juta ton urea dan 825 ribu ton amonia per tahun, dengan nilai investasi mencapai puluhan triliun rupiah. Keberadaan bahan baku gas alam di Papua menjadi salah satu faktor pendukung utama pembangunan industri tersebut.
Billy menambahkan bahwa dampak pembangunan industri pupuk tidak hanya terbatas pada sektor pertanian. Hilirisasi sumber daya alam dinilai akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah, mulai dari peningkatan pendapatan masyarakat hingga penciptaan lapangan kerja baru.
“Dampak bergandanya itu luar biasa, dari sisi income, revenue, sampai penyerapan tenaga kerja,” tuturnya.
Dengan berbagai potensi tersebut, pembangunan industri pupuk di Fakfak diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi pembangunan ekonomi Papua yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Editor : Darul Mutaqim