Tokoh Adat Papua: Fasilitas Publik Bukan Sasaran Konflik
George menegaskan bahwa fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, dan rumah ibadah dibangun untuk melayani kepentingan masyarakat asli Papua sendiri. Merusak fasilitas tersebut sama saja dengan memundurkan masa depan generasi muda Papua.
"Fasilitas publik itu milik bersama, tempat anak-anak kita belajar dan tempat warga kita berobat. Jangan dihancurkan. Aksi kekerasan hanya membawa trauma dan kesengsaraan bagi warga sipil yang tidak bersalah," tegas Ondoafi Kampung Nafri tersebut.
Di akhir pernyataannya, George Arnold Awi mengajak seluruh tokoh adat, tokoh agama, dan warga lintas etnis untuk mempererat silaturahmi. Langkah kolaboratif ini dinilai krusial agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu negatif yang dapat memecah belah keharmonisan di Tanah Papua.
Editor : Darul Muttaqin