Pencarian Korban Ledakan Biak Berlanjut, 32 Potongan Tubuh Kembali Ditemukan
Seluruh potongan tubuh tersebut langsung dievakuasi dan diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, berupa tiga parang, satu pisau, dan dua jam tangan.
Di tengah proses pencarian, Tim Jibom Gegana terus melakukan penyisiran terhadap lokasi kejadian. Hingga hari kelima, sekitar 75 persen area terdampak ledakan telah berhasil disterilkan.
Namun, kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri. Hujan yang mengguyur lokasi menyebabkan proses sterilisasi tidak dapat berlangsung maksimal.
"Dari hasil sterilisasi hari ini, kami menemukan 42 serpihan casing proyektil yang akan menjadi bahan pendalaman lebih lanjut," kata Kapolres.
Tim Jibom menargetkan penyelesaian sterilisasi terhadap 25 persen area yang masih tersisa pada hari berikutnya sebelum olah tempat kejadian perkara dilakukan secara menyeluruh.
Untuk mengungkap penyebab pasti ledakan, Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Papua telah turun langsung ke lokasi.
Tim melakukan olah TKP pada radius sekitar 25 meter dari titik sumber ledakan dan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 20 serpihan logam, dua gergaji besi, serta satu mata gerinda.
Seluruh barang bukti tersebut kini menjalani pemeriksaan laboratorium guna mendukung proses penyelidikan.
Meski demikian, olah TKP secara menyeluruh belum dapat dilakukan karena sebagian area masih menunggu rekomendasi aman dari Tim Jibom.
Di sisi lain, Tim DVI terus bekerja mengidentifikasi korban yang belum diketahui identitasnya.
Hari ini, Posko Antemortem resmi dibuka di sekitar lokasi kejadian. Tim telah mengumpulkan tiga data antemortem dari keluarga korban dan mengambil sampel DNA keluarga yang kerabatnya masih belum teridentifikasi.
Besok, Tim DVI dijadwalkan mengambil sampel DNA dari seluruh potongan tubuh yang saat ini berada di kamar jenazah RSUD Biak guna mempercepat proses identifikasi.
Operasi pencarian korban dilakukan dengan sistem pembagian wilayah kerja.
Pada Ring 1, evakuasi barang dan potongan tubuh hanya dapat dilakukan setelah area dinyatakan aman oleh Tim Jibom. Sementara di Ring 2, Tim Basarnas bersama unsur gabungan terus melakukan pencarian hingga radius sekitar empat kilometer dari titik ledakan.
Editor : Darul Muttaqin