Jurnalis Diajak Bangun Narasi Positif bagi Penyintas HIV/AIDS dan TBC di Jayapura
Dinkes Kota Jayapura berharap dari sosialisasi ini, jurnalis mendapatkan informasi dasar tentang HIV AIDS dan TBC yang akurat, termasuk menyamakan persepsi, agar berita yang diproduksi bisa lebih inklusif, suportif, dan penuh empati.
“Dengan berita yang mengedukasi, diharapkan dapat mengajak masyarakat agar tidak takut melakukan tes kesehatan secara sukarela dan mencari pengobatan medis sejak dini,” katanya.
Kegiatan ini dikemas dalam bentuk pemaparan materi serta diskusi interaktif juga dihadiri sejumlah narasumber yakni perwakilan Dinkes Kota Jayapura, dr. Helena Picarima yang mengupas tuntas Informasi Dasar HIV dan AIDS, serta dr. Victor M, yang mengulas materi seputar penanganan Tuberculosis, serta termasuk perwakilan jurnalis yakni Paul Tambunan dari Tribun Papua.
Tak hanya dari sisi medis, sosialisasi juga melibatkan peran aktif dari komunitas lainnya, seperti Komunitas Rojali, Pelangi, IWAJA, serta LSM dan mahasiswa.
Komunitas kelompok rentan berharap keterlibatan aktif jurnalis dalam memberikan perspektif nyata mengenai gerakan penanggulangan HIV AIDS dan TBC dalam pemberitaannya, dapat mengedukasi masyarakat secara luas terkait penyakit tersebut.
Komunitas ini menekankan edukasi publik akan jauh lebih efektif jika jurnalisme yang diproduksi memiliki sensitivitas sosial yang tinggi. "Termasuk dalam peliputannya bisa menyertakan sudut pandang yang ramah terhadap komunitas rentan. Mimpi kami itu, jurnalis di Kota Jayapura bisa menjadi percontohan untuk jurnalis ramah kelompok rentan,” harap salah satu peserta dari kelompok rentan yang ikut dalam sosialisasi itu.
Editor : Darul Muttaqin