BGN Evaluasi Total Program MBG Pascainsiden di Jayapura, Dapur Penyedia Disuspensi
JAYAPURA, iNewsJayapura.id – Insiden dugaan keracunan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jayapura menjadi ujian serius bagi salah satu program prioritas nasional Presiden. Menyikapi kejadian tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan tidak akan mentolerir pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dalam penyelenggaraan program.
Wakil Kepala BGN menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, TNI, Polri, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang bergerak cepat menangani para korban sehingga kondisi para siswa yang terdampak terus berangsur membaik.
Namun di balik penanganan darurat itu, BGN menegaskan evaluasi menyeluruh sedang dilakukan. Pemerintah pusat juga meminta seluruh pemerintah daerah ikut aktif mengawasi pelaksanaan MBG agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Program MBG adalah program prioritas Presiden yang harus dikawal bersama. Kami sudah meminta Kementerian Dalam Negeri agar pemerintah daerah ikut memantau, mengawasi, dan mengevaluasi pelaksanaannya. Jika ditemukan kekurangan atau pelaksanaan yang tidak sesuai SOP, segera sampaikan kepada kami untuk ditindaklanjuti," tegas Wakil Kepala BGN, Kamis (6/8/2026).
Sebagai langkah awal, dapur penyedia MBG yang diduga menjadi sumber insiden telah disuspensi sesuai prosedur. Hasil evaluasi sementara menemukan sejumlah persoalan mendasar, mulai dari aspek kebersihan, sanitasi, hingga fasilitas pendukung seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum memenuhi standar.
BGN menegaskan tidak akan ragu menjatuhkan sanksi paling berat apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran serius terhadap standar keamanan pangan.
"Kalau memang dapur tidak sesuai SOP, tidak higienis, termasuk IPAL tidak memenuhi ketentuan, maka bisa kami suspend permanen atau ditutup," tegasnya.
Di sisi lain, BGN juga telah meminta kepolisian melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. Hasil penyelidikan diharapkan menjadi dasar evaluasi nasional guna memperkuat sistem pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan Program MBG di seluruh Indonesia.
Hingga siang hari, sebagian besar korban dilaporkan telah pulih dan diperbolehkan kembali ke rumah, sementara proses pendataan terhadap seluruh penerima manfaat yang terdampak masih terus dilakukan.
BGN menekankan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah melalui penyerapan tenaga kerja serta pemberdayaan UMKM sebagai pemasok bahan pangan.
Kasus di Papua kini menjadi perhatian nasional. Pemerintah menegaskan keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari luasnya jangkauan penerima manfaat, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak menjaga kualitas, keamanan pangan, dan kepatuhan terhadap SOP demi melindungi keselamatan masyarakat.
Editor : Darul Muttaqin