YAHUKIMO, iNewsJayapura.id - Front Mahasiswa Yahukimo Se-Indonesia menggelar aksi demonstrasi menolak militerisme di Kabupaten Yahukimo. Aksi yang berlangsung pada Rabu (21/01/2026) tersebut dipusatkan di Kantor DPRD Kabupaten Yahukimo dan diikuti oleh mahasiswa, pelajar serta elemen masyarakat sipil.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan pernyataan sikap yang memuat 25 poin tuntutan, mulai dari penolakan aktivitas dan pembangunan militer, penghentian kriminalisasi terhadap warga sipil, hingga desakan perlindungan hak asasi manusia (HAM) serta hak-hak dasar masyarakat Yahukimo.
Koordinator Lapangan (Korlap) Umum aksi, Roni Mirin, menegaskan bahwa keberadaan militer secara masif di wilayah Yahukimo dinilai telah menimbulkan rasa takut, trauma, dan ketidakamanan bagi masyarakat sipil.
“Kami dengan tegas menolak militerisme di Yahukimo karena kehadiran aparat bersenjata di tengah permukiman warga justru memperparah situasi keamanan dan mengancam hak hidup masyarakat sipil,” tegas Roni Mirin dalam orasinya.
Ia menyebutkan, masyarakat kerap menjadi korban penyisiran, intimidasi, hingga kekerasan yang dinilai melanggar prinsip-prinsip HAM.
“Militer seharusnya melindungi rakyat, bukan menciptakan ketakutan. Kami mendesak penghentian penyisiran rumah warga, pemasangan granat bom di sekitar permukiman, serta segala bentuk kriminalisasi terhadap masyarakat sipil di Yahukimo,” lanjutnya.
Editor : Darul Muttaqin
Artikel Terkait
