Dalam pernyataan sikapnya, Front Mahasiswa Yahukimo Se-Indonesia menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain:
• Penghentian pembangunan pos dan aktivitas militer di darat, laut, dan udara di wilayah Yahukimo.
• Penghentian kriminalisasi, intimidasi, dan kekerasan terhadap warga sipil.
• Penghentian proyek strategis nasional serta rencana pembangunan yang tidak melibatkan masyarakat secara partisipatif.
• Pemulangan warga pengungsi ke rumah masing-masing serta pemulihan hak-hak mereka.
• Perlindungan hak pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat Yahukimo.
• Pembentukan Perda terkait praktik bayar-membayar kepala atau impunitas.
• Pembentukan Perda tentang perlindungan dan pemenuhan hak-hak masyarakat Yahukimo secara menyeluruh.
• Pemberian hak penentuan nasib sendiri sebagai solusi demokratis.
Aksi demonstrasi tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Yahukimo, Mingkituk Kobak, bersama sejumlah anggota DPRD Yahukimo yang hadir di lokasi. Para peserta aksi menyampaikan pernyataan sikap dan tuntutan secara terbuka kepada pimpinan dan anggota legislatif daerah.
Aksi berlangsung dengan pengamanan dari pihak keamanan dan dikawal langsung oleh Kapolres Yahukimo, guna memastikan jalannya aksi berjalan aman, tertib, dan kondusif hingga selesai.
Editor : Darul Muttaqin
Artikel Terkait
