Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Polsek Abepura Bekuk Pelaku Curanmor, Barang Bukti Disita
Advertisement . Scroll to see content

1.432 Personel Gabungan Amankan Aksi, Situasi Kota Jayapura Tetap Kondusif

Senin, 03 Agustus 2026 | 19:23 WIB
  • author Cornelia Mudumi
1.432 Personel Gabungan Amankan Aksi, Situasi Kota Jayapura Tetap Kondusif
Aksi Massa di Kota Jayapura Berjalan Tertib, Kapolresta Imbau Warga Tak Terprovokasi. Foto iNews/Cornelia Mudumi

JAYAPURA, iNewsJayapura.id - Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Jayapura tetap aman dan kondusif selama berlangsungnya aksi penyampaian aspirasi dari massa pengunjuk rasa, Senin (3/8/2026). Aktivitas masyarakat di berbagai titik Kota Jayapura tetap berjalan normal di tengah pengamanan yang dilakukan aparat gabungan TNI-Polri.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus, W. A. Maclarimboen ketika diwawancarai awak media mengatakan, meskipun terdapat beberapa titik konsentrasi massa yang menjadi fokus pengamanan, kondisi secara umum tetap terkendali dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa.

“Situasi kamtibmas aman dan terkendali. Memang ada beberapa titik konsentrasi massa yang kami amankan, namun secara umum aktivitas masyarakat berjalan dengan baik,” ujar Kapolresta Jayapura Kota.

Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keamanan sekaligus menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum, Polresta Jayapura Kota mengerahkan sebanyak 1.432 personel gabungan yang ditempatkan di sejumlah titik strategis guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Kapolresta KBP Fredrickus menegaskan bahwa pihaknya mendukung penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai dan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun demikian, kepolisian tidak mengizinkan kegiatan long march sebagai langkah preventif berdasarkan pengalaman penanganan aksi-aksi sebelumnya di Kota Jayapura.

“Kami berharap penyampaian aspirasi berjalan dengan baik dan seluruh pihak dapat saling menghargai. Yang tidak kami izinkan adalah long march, karena Kota Jayapura memiliki pengalaman pada aksi-aksi sebelumnya, termasuk pada tahun 2019 maupun beberapa tahun terakhir, di mana terjadi tindakan anarkis. Kebijakan ini merupakan langkah antisipasi agar situasi tetap aman dan masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman,” jelasnya.

Editor: Darul Muttaqin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut