Kris yang saat ini berdinas di Kepolisian Sektor (Polsek) Arso Timur, Kabupaten Keerom menceritakan semasa kecil selalu mengikuti Lambert ayahnya mengembara di hutan belantara perbatasan RI-PNG. Namun soal apa yang dilakukan Lambert Pekikir tidak pernah dipersoalkan.
“Saya memang sangat dekat dengan bapa. Hanya menurut saya, apa pekerjaan orang tua itu urusannya, kita sebagai anak tidak harus ikut terlibat,” ujarnya.
Menanggapi itu, Kris berpesan kepada anak-anak asli Papua jika ingin menjadi seorang anggota polisi agar benar-benar mempersiapkan diri sebaik mungkin, khususnya soal kesehatan dan akademik.
“Soal akademik, itu pelajaran sewaktu SD sampai SMA ada dalam tes. Saya pernah alami itu sewaktu memutuskan mendaftar polisi, ada soal yang ternyata itu saya dapat ketika waktu SMP kelas III. Jadi harus banyak belajar,” katanya.
Kepada para orang tua, Bripda Kris meminta lebih peka kepada anak-anaknya. Artinya tidak mengabaikan kriteria dan aturan. Misalnya soal kesehatan yang terkadang kerap diabaikan. “Padahal hal itu sangat fatal jika dipaksakan,” ujarnya.
Dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian, Kris mengaku sangat bangga, sebab bisa membina masyarakat. Bahkan senang bisa menjadi contoh bagi sanak saudara yang lain.
“Jadi kalau minat anak-anak Papua yang ingin ikut tes polisi, bisa mengambil contohnya dari saya,” tutupnya.
Editor : Damn
Artikel Terkait