Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura untuk meminta bantuan evakuasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura, Anton Sucipto, mengatakan tim SAR gabungan yang tiba di lokasi langsung melakukan assessment dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian perkara (LKP).
“Penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet (RIB) dengan radius pencarian kurang lebih satu nautical mile (NM) dari titik jatuh korban,” ujarnya.
Pada Selasa (17/3/2026) pukul 17.00 WIT, operasi SAR sementara dihentikan dan dilanjutkan dengan debriefing. Pencarian kemudian kembali dilanjutkan pada Rabu (18/3/2026) dengan strategi yang diperkuat.
Tim SAR dibagi menjadi dua regu, yakni tim yang melakukan penyisiran menggunakan perahu karet serta tim pemantauan udara menggunakan drone. Selain itu, penyelaman juga akan dilakukan apabila kondisi cuaca dan gelombang memungkinkan.
Dalam operasi ini, tim SAR mengerahkan sejumlah alat utama, di antaranya perahu karet (RIB), landing craft rubber (LCR), truk personel, rescue car, peralatan selam, serta perangkat komunikasi dan peralatan SAR pendukung lainnya.
Editor : Darul Muttaqin
Artikel Terkait
