Perbatasan RI–PNG Harus Kondusif, Tokoh Adat Serukan Persatuan dan Keamanan
Frangki juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi yang beredar, terutama di era digital saat ini. Ia menilai, kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi menjadi kunci penting dalam menjaga kerukunan.
“Masyarakat harus cerdas dalam menerima informasi. Jangan langsung percaya pada berita yang belum tentu benar. Pastikan informasi tersebut jelas sumbernya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” tambahnya.
Sebagai perwakilan Dewan Adat Suku Mannem di tingkat distrik, Frangki kembali menegaskan komitmennya bahwa wilayah perbatasan Keerom harus tetap aman dan damai tanpa adanya gangguan dari pihak mana pun, termasuk yang membawa isu-isu politik tertentu.
“Kami dari Dewan Adat Suku Mannem menegaskan bahwa wilayah perbatasan tidak boleh ada kekacauan dari pihak mana pun. Mari kita bersama-sama menjaga tanah ini tetap aman, damai, dan harmonis,” tutupnya.
Editor : Darul Muttaqin