Pasca Konflik Dogiyai, Tokoh Intelektual Ajak Warga Dogiyai Kedepankan Dialog dan Perdamaian
Dony menilai, persoalan yang terjadi di Dogiyai sejatinya telah ditangani melalui berbagai langkah pemulihan yang dilakukan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah pasca konflik.
Karena itu, menurutnya, upaya mengangkat kembali isu-isu lama terkait konflik di Dogiyai berpotensi membuka luka lama dan memunculkan kembali trauma serta rasa ketakutan di tengah masyarakat.
“Kejadian di Dogiyai merupakan persoalan yang sudah clear dan pemerintah telah melakukan upaya pemulihan pasca konflik. Jangan sampai isu tersebut kembali diangkat sehingga membuka luka lama masyarakat,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak dasar setiap warga negara. Namun, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara bijak dengan mengedepankan kepentingan masyarakat luas, bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
Menurut Dony, aspirasi yang disampaikan secara damai dan bertanggung jawab akan lebih efektif dalam menciptakan solusi yang membawa manfaat bagi masyarakat Papua secara keseluruhan.
Editor : Darul Muttaqin