Warga Wanam Angkat Fakta: Tak Ada Pengungsi, Pembangunan PSN Justru Diharapkan!
Ia juga menyoroti kebutuhan mendesak masyarakat terhadap infrastruktur dasar. “Masyarakat masih jalan kaki bawa hasil ke perusahaan. Harapannya ada jalan yang layak sampai kampung, supaya hidup bisa lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Laurentius Gali Blagaise, tokoh dusun setempat, menilai pembangunan memberikan dampak positif, meski di awal sempat menimbulkan kekhawatiran.
Warga Wanam, Merauke, Papua Selatan, Laurentius Gali Blagaise Foto: IstKalau saya lihat perubahan ini sudah bagus sekali. Masyarakat lokal juga sudah ada yang ikut kerja,” ungkap Papa Lau.
Ia mengakui masih ada warga yang belum terserap tenaga kerja, namun peluang ke depan dinilai tetap terbuka. “Masih banyak anak muda yang mau kerja. Harapannya bisa mengurangi pengangguran,” tambahnya.
Menurut Laurentius, pembangunan di Wanam diharapkan dapat mendorong kemajuan daerah agar tidak tertinggal. "Kita mau Wanam bisa maju ke depan, sedikit demi sedikit lebih baik,” tuturnya.
Dari berbagai keterangan tersebut, terlihat bahwa kondisi di Wanam jauh dari narasi eksodus atau krisis. Sebaliknya, masyarakat justru menaruh harapan besar pada pembangunan, terutama dalam hal peningkatan infrastruktur, lapangan kerja, dan perputaran ekonomi lokal.
Sebelumnya, sutradara film dokumenter Pesta Babi, Dandhy Dwi Laksono, menuding luas lahan PSN food estate Wanam seluas 2,5 juta hektare dan ratusan ribu orang mengungsi akibat pembangunan PSN tersebut.
Padahal faktanya pembukaan lahan baru 15 ribu hektare untuk jalan, jembatan, pelabuhan, solar panel, kilang minyak, dan cold storage hingga saat ini. Adapun luas lahan PSN Wanam 1 juta hektare, bukan 2,5 juta hektare.
Selain itu, tidak ada eksodus pengungsi sama sekali dari tuduhan 170 ribu orang, serta pesanan ekskavator sebanyak 2000 unit, tapi realisasi di lapangan baru ratusan.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar