Cegah Konflik Sosial, Tokoh Adat Saireri Minta Warga Nabire Tidak Terhasut Isu Sesat

Darul Muttaqin
Ketua Pemuda Adat Wilayah Saireri, Ali Kabiai. Foto/Ist

“Apapun alasannya, tindakan merusak dan membunuh adalah pelanggaran hukum dan melanggar nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Secara tidak langsung, Ali Kabiai menilai bahwa dinamika yang terjadi telah menimbulkan keresahan, termasuk adanya pernyataan yang dianggap menyudutkan masyarakat OAP pesisir. Ia mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat masyarakat adat pesisir berencana berkumpul untuk membahas persoalan tersebut.

Selain itu, ia meminta masyarakat di sejumlah wilayah seperti Legari, Kali Harapan, Bihewa, Mirago, dan Worbak agar proaktif memberikan informasi kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan.

“Agar masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa karena aparat keamanan terus menjamin situasi tetap kondusif,” tambahnya.

Ali Kabiai juga menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan yang telah melakukan langkah-langkah penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata di sejumlah titik, termasuk di wilayah Kali Nabarua dan Kali Harapan. Ia berharap situasi keamanan di Nabire segera pulih sepenuhnya sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas ekonomi dan sosial tanpa rasa takut.

Sebagai tokoh pemuda adat Saireri, Ali Kabiai dinilai memiliki pengaruh cukup kuat di kalangan masyarakat pesisir Nabire. Sikap tegasnya dalam mendukung penegakan hukum dan menyerukan ketenangan di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat stabilitas keamanan di wilayah Nabire.

Editor : Darul Muttaqin

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network