get app
inews
Aa Text
Read Next : Ngeri! Tuduh Korban Curi HP, Pria Mabuk di Jayapura Sabet Parang ke Leher Pembeli Pulsa

Polda Papua Pastikan Penyebab Ledakan di Biak Numfor Berdasarkan Hasil Penyidikan

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:08 WIB
header img
Konferensi pers terkait perkembangan penanganan kasus ledakan yang terjadi di Kompleks Perikanan. Foto/Ist

Namun demikian, kelima tersangka tersebut juga merupakan korban yang meninggal dunia dalam peristiwa ledakan tersebut.

"Sesuai ketentuan hukum yang berlaku, penyidikan terhadap kelima tersangka akan dihentikan melalui penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) karena para tersangka telah meninggal dunia. Meski demikian, penyidikan terhadap asal-usul bahan peledak maupun kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat masih terus kami lakukan," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Laboratorium Forensik Polda Papua AKBP I Gede Suhartawan, memaparkan hasil pemeriksaan ilmiah terhadap lokasi kejadian.

Ia menjelaskan bahwa olah TKP baru dapat dilakukan setelah Tim Penjinak Bom (Jibom) Satbrimob Polda Papua memastikan lokasi benar-benar aman dari potensi ledakan susulan.

Dari hasil pemeriksaan, Tim Laboratorium Forensik berhasil mengidentifikasi titik pusat ledakan yang berada di kolong rumah milik salah seorang warga dengan kawah berdiameter sekitar 3,6 meter dan kedalaman sekitar 80 sentimeter.

Tim juga mengamankan 111 barang bukti, di antaranya sampel material dari lokasi ledakan, 88 serpihan logam, mata gergaji besi, mata gerinda, mesin gerinda, proyektil logam, botol berisi serbuk yang diduga sisa bahan peledak, hingga pakaian milik korban.

Hasil uji Laboratorium Forensik menunjukkan bahwa serpihan logam tersebut identik dengan mortir yang masih utuh dan seluruhnya berasal dari jenis yang sama.

Selain itu, pemeriksaan kimia forensik memastikan adanya kandungan Trinitrotoluene (TNT), yaitu bahan peledak kategori high explosive yang memiliki daya ledak sangat tinggi.

"Berdasarkan hasil analisis ilmiah, ledakan dipicu oleh aktivitas pemotongan mortir menggunakan gergaji besi. Gesekan antara mata gergaji dengan badan mortir menghasilkan panas yang mengenai fuse atau pemicu ledakan sehingga mengaktifkan booster dan akhirnya memicu detonasi terhadap muatan utama berupa TNT," jelas AKBP I Gede Suhartawan.

Ia menegaskan bahwa TNT tidak akan meledak hanya karena dibakar, melainkan memerlukan rangkaian pemicu yang dalam kasus ini aktif akibat panas dari proses pemotongan mortir.

Editor : Darul Muttaqin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut