Resiliensi Media Jadi Fokus Utama Kebijakan Baru Literasi Digital Nasional
JAKARTA, iNewsJayapura.id - Pemerintah resmi menggeser arah kebijakan literasi digital sebagai strategi utama dalam membangun resiliensi media dan masyarakat menghadapi tantangan Kecerdasan Artifisial (AI).
Langkah ini diambil seiring masifnya perkembangan teknologi AI yang mampu memproduksi konten secara cepat, sehingga memicu potensi disinformasi, misinformasi, hingga hoaks yang semakin sulit dikenali oleh masyarakat.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menegaskan bahwa pendekatan literasi digital saat ini tidak lagi sebatas mengajarkan cara menggunakan gawai atau mengakses internet.
Berdasarkan hasil evaluasi satu dekade program ini bersama Bappenas, fokus pemerintah kini dialihkan ke peningkatan keahlian (upskilling) yang lebih kontekstual dengan kebutuhan zaman. Terlebih lagi, sebagian besar masyarakat sudah melek internet dan platform digital saat ini telah memiliki mekanisme pengamanan mandiri melalui kebijakan layanan serta pedoman komunitas.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar